Jejak Bisnis Alibaba di Indonesia

Jejak Bisnis Alibaba di Indonesia - Perusahaan teknologi raksasa asal China, Alibaba Group mengerjakan pergerakan bisnis di Indonesia semenjak 2015 lalu. Investasi, ekspansi, merger sampai akuisisi dilaksanakan Alibaba guna memanjangkan tangannya di tanah air.


Tak melulu bergerak di bidang e-Commerce, Alibaba mulai merambah bidang logistik, sampai fintech. Berdasarkan penutupan sahamnya pada Jumat, (7/9) lalu, Alibaba mempunyai valuasi menjangkau US$420,8 miliar atau selama Rp 6,28 kuadriliun.

Berdasarkan pencarian dari sekian banyak  sumber, inilah pergerakan bisnis Alibaba Group di Indonesia.

Pemilik Saham Minoritas di Tokopedia

Pada 17 Agustus 2017, Tokopedia mengungumkan pendapatan investasi senilai USD1,1 miliar atau setara Rp14,9 triliun. Babak investasi ini bakal dipimpin Alibaba Group dengan partisipasi dari pemegang saham Tokopedia yang sekarang.

Investasi ini bakal menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia. Kerjasama ini dipercayai mempermudah semua penjual dan para partner Tokopedia guna mengembangkan usahanya ke seluruh wilayah di Indonesia, dan dunia

Pemilik Saham Mayoritas di Lazada

Pada April 2016, Alibaba mengakuisisi 67% saham Lazada yang berbasis di Asia Tenggara senilai US$1 miliar atau selama Rp 14,9 triliun. Akuisisi menjadikan perusahaan besutan Jack Ma ini sebagai pemegang saham beberapa besar di enam negara tergolong Indonesia.

Pada Juni 2017 Alibaba meningkatkan suntikan modal ke Lazada Group dengan nilai serupa. Alibaba menggelontorkan US$2 miliar atau setara Rp29,8 triliun guna Lazada Group di pasar Asia Tenggara.

Pada maret 2018, Alibaba menyuntik US$2 miliar sampai-sampai total investasi Alibaba menjangkau US$4 miliar di Lazada. Sebelum investasi ini, Alibaba memegang saham sebesar 83 persen di Lazada.

Kerja Sama dengan J&T Express

Pada 9 Mei 2017, Alibaba dan J&T Express mengerjakan kerja sama menghasilkan perusahaan J&T Alibaba. Kerja sama ini menjadikan J&T Express sebagai teman untuk mensosialisasikan servis dari Alibaba, bukan sebagai partner logistik.

Perusahaan ini didirikan sebab di masa lalu, Alibaba mengalami kendala untuk menyentuh pemasok dari Indonesia. J&T Alibaba lebih konsentrasi pada UKM furniture, pertanian, makanan, minuman, serta barang kerajinan tangan.

Investasi di layanan e-Money, True Money

Alibaba menyusun perusahaan Ant Financial secara sah didirikan pada 2014. Ant Financial bertugas guna mengelola layanan pembayaran kepunyaan Alibaba, yaitu Alipay.

Pada tanggal 1 November 2016, Ant Financial menyerahkan pendanaan untuk perusahaan Ascend Money yang adalah induk perusahaan dari layanan e-money True Money. True Money telah muncul di Indonesia semenjak September 2015 sesudah mengakuisisi pemilik lisensi e-money di Indonesia, Witami Tunai Mandiri.

Merger Layanan Pembayaran Lazada, HelloPay

Sejak 2016, Alibaba sudah mempunyai saham minoritas Lazada di Asia Tenggara. Lazada sejak tersebut mulai mengintegrasikan layanan kepunyaan Alibaba ke layanan Lazada. Salah satunya, pada 19 April 2017 Ant Financial selaku pengelola Alipay mengerjakan merger dengan HelloPay Group yang notabene merupakanan layanan pembayaran online yang dipunyai oleh Lazada.

Setelah merger itu, HelloPay bakal mengbah namanya menjadi Alipay dengan embel-embel nama negara lokasi beroperasi seperti Alipay Indonesia, Alipay Filipina, Alipay Malaysia, Alipay Singapura.

Sekian artikel saya tentang Jejak Bisnis Alibaba di Indonesia semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jejak Bisnis Alibaba di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel