KPU Dibantu Relawan Pegiat TI Dalam Hadapi Peretas

KPU Dibantu Relawan Pegiat TI Dalam Hadapi Peretas - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengklaim pihaknya ditolong oleh sebanyak pegiat teknologi dan informasi (TI) dalam proses penghitungan suara Pilkada 2018.


Pegiat TI yang dinamakan Viryan tersebut disebut menolong KPU dalam format mengawasi bila ada pihak berencana atau berupaya meretas sistem informasi KPU, secara sukarela.

"Sampai hari ini, sebanyak pihak yang tidak berkolaborasi dengan KPUjuga secara partisipan menolong menginfokan. 'Eh terdapat ini lho',tersebut diinfokan. Nah anda senang," tutur Viryan di kantor KPU, Jakarta, Jumat (29/6).

Viryan menyambut baik iktikad semua pegiat TI tersebut walau tidak berkolaborasi atau tercebur dalam kesebelasan IT yang telah dipunyai KPU. Berdasarkan keterangan dari Viryan, urusan tersebut merupakan format kesadaran yang tinggi dari semua pegiat IT bahwa Pilkada 2018mesti dipantau bersama.

Viryan pun menyatakan KPU telah menjelaskan untuk para pegiat TI perihal alangkah pentingnya Pilkada 2018. Kepentingan publik begitu besar terdapat dalam perhelatan demokrasi tersebut.

Bagaimana tidak, jumlah pemilih yang terlibat diduga mencapai 152 juta penduduk Indonesia di 171 wilayah yang menghelat Pilkada 2018.

KPU, kata Viryan, sebenarnya telah mempersiapkan diri untuk menangkal terjadinya peretasan.

Dia mengklaim Tim TI KPU telah menyusun sistem ketenteraman sedemikian rupa sampai-sampai sulit dimasuki oleh peretas. Di samping itu, KPUjuga menjalin koordinasi dengan instansi berhubungan yang dapat membantu KPU memperkuat sistem keamanan.

Namun Viryan tidak hendak tinggi hati. Dia menuliskan sistem informasi KPU juga masih memiliki kekurangan dan dapat diretas. Karenanya, KPU menyuruh sejumlah pegiat TI guna turut menolong mengawasi.

"Kami sadar, sebagusnya KPU mem-protect diri dari serangan, lubang tersebut tetap ada. Nah, kan di Indonesia ini [hackernya] dikenal jago-jago, nah guna pemilu ayo kita sama-sama menjaga," katanya.

Sebelumnya konsultan TI KPU Harry Sufehmi menyatakan mendapat ratusan misscall dari nomor tak dikenal. Hal tersebut dia alami pada Rabu (27/6) tengah malam sampai Kamis (28/6).

Mengenai urusan itu, Viryan menyangkal anggapan bahwa sistem TI KPU sudah diretas. Viryan menuliskan kejadian yang dirasakan Harry tidak berujung pada peretasan sistem TI KPU.

Viryan mengklaim sistem informasi KPU masih berlangsung sebagaimana harusnya. Mengenai hitung riil KPU yang diperlihatkan pada laman infopemilu.kpu.go.id, Viryan pun mengatakan tidak terdapat yang dimanipulasi.

"Alhamdulilah berjalan cocok harapan. memang terjadi gangguan laksana ada upaya dengan teknik di DOS dan ini dapat dideteksi dan dapat diselesaikan oleh kesebelasan kami," ucap Viryan.

Sekian artikel saya tentang KPU Dibantu Relawan Pegiat TI Dalam Hadapi Peretas semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KPU Dibantu Relawan Pegiat TI Dalam Hadapi Peretas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel